The Jonesee
Senin, 01 Oktober 2012
MANAJEMEN PEMASARAN
REVIEW FILM
“The Joneses”
“The Joneses”


Jurusan Teknologi Industri Pertanian
Fakultas Teknologi Pertanian
Universitas Brawijaya
Malang
2012
BAB 1
PENDAHULUAN
Sinopsis
The Joneses merupakan
sebuah film yang menceritakantentang kehidupan sebuah keluarga yang seolah-olah
hidupnya begitu sempurna. Keluarga ini terdiri dari Steves Jones yang diperankan
oleh David Duchovny, Kate Jones oleh Demi Moore, Jenn Jones oleh Amber Heard
dan Mick Jones oleh Ben Hollingsworth. Mereka adalah keluarga bahagia yang
berasal dari kalangan kaya yang di dalam kesehariannya selalu membuat para
tetangga yang lain berdecak kagum karena berbagai kemewahan yang belum pernah
ditunjukkan oleh keluarga lain sebelumnya dan pada akhirnya selalu menjadi
pusat perhatian tetangga-tetangga yang lain. Gaya hidup yang demikian begitu
berpengaruh dalam kehidupan keseharian masyarakat di sekitarnya sehingga
masyarakat disekitarnya menjadi lebih konsumtif dari sebelumnya.Ternyata di
balik kehebohan keluarga jones tersimpan suatu hal yang mengejutkan bahwa
sebenarnya keluarga jones itu tidak pernah ada.
Jadi keluarga jones
merupakan sekumpulan orang yang bekerja untuk melakukan strategi marketing
dengan pendekatan sebuah keluarga yang seakan-akan begiru sempurna hidupnya
sehingga membuat para tetangga yang lain merasa iri dan berlomba-lomba untuk
menjadi pusat perhatian. Puncak dari film ini adalah ketika berbagai masalah
yang akhirnya timbul seperti jenn jones yang bermasalah dengan laki-laki yang
sudah berumah tangga dan mick jones yang bermasalah dengan temannya karena
sifat gay yang dialaminya menjadikan keluarga ini mengalami guncangan yang
cukup keras. Hingga strategi ini sampai pada sesuatu hal yang buruk akibat dari
persaingan yang begitu ketat tersebut dan akibat dari keadaan ini membuat steve
cerrila (nama asli dari steve jones) mengundurkan diri dari jabatannya yang
baru naik. Karena pengunduran diri ini akhirnya steve membuat sebuah pengakuan
kepada para tetangganya bahwa sebenarnya itu semua hanyalah sandiwara strategi
pemasaran yang sedang dijalankan oleh sebuah perusahaan. Mengetahui pengakuan
ini membuat kate, mick dan jenn meninggalkan steve sendirian setelah sekian
lama menjalankan usaha secara bersama-sama.
Karakter Tokoh Utama
Tokoh
|
Karakter
|
Steve
|
bekerja keras, mudah bersosialisasi, suka pamer ,
jujur, tidak sombong
|
Kate
|
bekerja keras , suka pamer , baik , cuek, optimis
|
Jane
|
suka lelaki yang umurnya jauh lebih tua dari dia, suka
pamer, tidak jujur
|
Mick
|
jujur, gay, suka pamer
|
Tujuan
Tujuan
dari pembuatan makalah ini adalah untuk mempelajari strategi pemasaran yang
terdapat pada film The Joneses. Selain itu, pesan moral yang terkandung dalam
film juga dapat dijadikan bahan diskusi untuk menambah wawasan dalam berpikir.
BAB 2
PEMBAHASAN
Tinjauan Pustaka
Perencanaan strategi pemasaran artinya menemukan
berbagai peluang menarik dan menyusun strategi pemasaran yang menguntungkan.
Strategi pemasaran (marketing strategy) menentukan pasar target dan bauran
pemasaran yang terkait. Strategi ini merupakan gambaran besar mengenai yang
akan dilakukan oleh suatu perusahaan di suatu pasar. Dibutuhkan dua bagian(Cahyani, Ria. 2008) yang saling berkaitan:
1.
Pasar
target (target market) – yaitu sekelompok pelanggan yang homogen yang ingin
ditarik oleh perusahaan tersebut.
2.
Bauran
pemasaran (marketing mix) – yaitu variabel-variabel yang akan diawasi yang
disusun oleh perusahaan tersebut untuk memuaskan kelompok yang ditarget.
Pemasaran adalah suatu proses kegiatan yang
dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial,budaya, politik, ekonomi, dan
manajerial. Akibat dari pengaruh berbagai faktor tersebut adalah masing-masing
individu maupun kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan dengan
menciptakan, menawarkan, dan menukarkan produk yang memiliki nilai komoditas
(freddy, rangkuti , 1998).
Peluang Pasar yang dimanfaatkan dalam film The Joneses
Berbagai cara
yang digunakan dalam pemasaran di film The joneses ini terbilang kreatif.
Beberapa hal yang sangat diperhatikan dalam menghadapi pasar disini adalah
tentang life style atau gaya hidup masyarakat yang dituju. Tergambar
jelas di film ini yang menjelaskan tentang latar belakang kondisi masyarakat
yang glamor dengan berbagai macam barang mewah yang dimilikinya. Gaya hidup
masyarakat yang suka berpesta dan saling mengunjungi dalam rangka untuk pamer
dengan harta serta barang-barang mewah menjadi titik kunci yang dapat digunakan
untuk menjerat konsumen. Gaya hidup seperti ini memang sebenarnya sangat tidak
sehat dalam kehidupan bermasyarakat dikarenakan banyak sekali efek atau akibat
yang akan muncul seperti kurang pedulinya masyarakat terhadap keadaan sosial
berupa kemiskinan dan kepapaan yang sedang terjadi di tempat yang lain dan
pemborosan harta terhadap keinginan yang tidak perlu.
Kecenderungan
gaya hidup yang seperti ini tentunya tidak akan terjadi apabila pendapatan per
kepala rumah tangga tidak mencapai nilai yang fantastis. Dalam film disebutkan
bahwa pendapatan rata-rata mereka mencapai US$ 100.000 per bulannya. Dengan
pendapatan sebesar itu tentunya mereka bisa membeli apapun yang mereka
inginkan. Mulai dari barang primer, sekunder hingga tersier bisa mereka miliki
dengan mudah. Efek dari gaya hidup seperti ini akan memunculkan sifat saling
iri atau dengki yang membuat dirinya ingin menjadi yang paling dipandang oleh
kelompok masyarakat yang lain.
Efek lain dari
sifat dengki adalah persaingan dalam memenuhi keinginan agar dipandang lebih
atau minimal sama dengan yang lain. Kondisi yang seperti ini bisa dipandang
sebagai pasar yang sangat berpotensi yang nantinya dapat digunakan sebagai alat
penyerap barang produksi. Tentunya barang hasil produksi yang dipasarkan dalam
hal ini merupakan produk-produk yang bermerek. Satu hal lagi yang sangat
penting untuk diperhatikan adalah grafik persaingan yang semakin ketat hingga
titik puncaknya, betapa banyak perusahaan mengambil keuntungan dari segmentasi pasar
yang seperti ini.
Strategi yang digunakan dalam menggaet pasar
Strategi pemasaran yang di pakai adalah pendekatan secara langsung kepada konsumen dengan mengandalkan kemampuan
seseorang yang dapat berbaur langsung dalam lingungan masyarakat. Dapat kita
melihat beberapa strategi pemasaran yang
dipakai dalam fillm ini adalah sebagai berikut, Pertama mereka mengidentifikasi
dan membedakan kelompok kelompok pembeli yang mungkin lebih menyukai atau
memerlukan berbagai produk dan bauran pemasaran.Lalu mereka identifikasi segmen
pasar dengan member perbedaan perbedaan demografis dan psikografis,dan perilaku
dikalangan pembeli.Disini mereka membagi dalam empat bagian segmentasi pasar
yaitu:
1.
kelompok
pembeli Remaja putri,
2.
kelompok
pembeli Remaja putra,
3.
kelompok
pembeli Wanita Dewasa/Ibu-ibu,
4.
kelompok
pembeli Pria Dewasa/Bapak-bapak
Disini mereka langsung berbaur dengan pelanggan sesuai dengan target produk
kepada pembeli dan peran mereka masing masing.Mereka menawarkan kepada pelangan
guna memuaskan kebutuhan mereka,melalui informasi dan komunikasi secara
langsung kepada pelangang dnegan suatu yang bersifat fisik melalui suatu
tawaran, yang dapat menjadi gabungan produk,jasa, informasi dan
pengalaman.Komunikasi disalurkankapada konsumen melalui ekspresi wajah,pakaian,
penampilan dan gaya hidup yang di pamerkan kepada konsumen.Sehinga dapat
menarik perhatian konsumen secarah cepat dan mereka langsung mau membeli produk produk tersebut.
Dalam buku radical marketing, Sam Hill dan Glenn Rifkin menuliskan beberapa
konsep pemasaran radikal antara lain:
1.
Berhadapanlah
dengan yang paling penting pelanggan, yaitu pemasaran radikal,menyadari keuntungan
yang didapat dari interaksi langsung dengan pelangang.Sehingga mereka banyak
meluangkan sebagian besar waktunya untuk bertatap muka dengan para pelangang.
2.
Gunakan
riset pasar secara hati hati, para pemasar radikal lebih menyukai teknik akar rumput.
3.
Pekerjakan
hanya misionaris yang bergairah,bukan pemasar-pemasar radikal tidak memiliki pasar mereka hanya memiliki
misionaris.
4.
Ciptakan
suatu komunitas pelanggan, Pemasaran radikal mendorong pelanggan memikir diri mereka sebagai
komunitas,dan memikirkan merek sebagai pemersatu komunitas itu.
5.
Para
pemasar radikal menunjukkan cinta dan penghormatan bagi pelanggan
BAB 3
PENUTUP
Kesimpulan
Kebutuhan merupakan tuntutan dasar manusia.Orang membutuhkan
makanan,udara,air, pakaian dan tempat berlindung untuk bisa bertahan hidup.Orang juga sangat membutukan
rekreasi, pendidikan dan hiburan. Kebutuhan kebutuhan itu menjadi keinginan
bila diarahkan kepada sasaran sasaran spesifik mungkin dapat memenuhi
kebutuhan.Keinginan dibentuk oleh lingkungan masyarakat seseorang.Permintaan
adalah keinginan akan produk produk spesifik yang didukung oleh kemampuan
membayar.Banyak orang mengiginkan sebuah produk tapi hanya sedikit yang mampu
dan mau membelinya. Di film ini dapat dilihat bahwa para pemasar menciptakan
kebutuhan,atau pemasar membuat orang membeli barang yang tidak menjadi
kebutuhan mendasar.
Pesan dan kesan
a.
Pesan
Sebenarnya alur ceritanya
bagus, namun tidak perlu bersandiwara menjadi sebuah keluarga yang mempunyai
banyak barang-barang mewah padahal bukan milik mereka. Tak perlu keluarga
palsu, tak perlu kebohongan, tak perlu menyakiti orang. Kita sudah bisa menjadi
pemasar yang baik. Semoga kita bisa selalu belajar dan terus belajar untuk
memperbaiki layanan kita kepada para target pasar begitu juga pelanggan loyal
kita. Dan jangan lupa semakin banyak hal-hal positif yang kita berikan kepada
konsumen kita. Semakin berhasil kita dalam sebuah usaha.
b.
Kesan
Strategi yang digunakan
sangat bagus karena dapat menarik orang-orang untuk membelinya. Pemasaran yang
menurut saya lebih nyaman adalah, kita membuka sebuah media layanan, entah
itu online atau offline, kita pajang semua
produk yang kita miliki, kita membuka sebuah jaringan yang tidak ada batasnya,
namun kita membatasinya sendiri. Kita tawarkan kepada mereka produk kita, lalu
kita tunggu reaksinya. Apakah ada permintaan, atau pertanyaan mengenai
ketertarikan mereka akan produk kita?. Kalau ada permintaan kita layani dengan
sebaik-baiknya, dan berikan berbagai layanan positif yang membuat mereka loyal
pada kita dan percaya pada kita. Lalu berikan layanan purna jual yang terbaik
bagi mereka.
DAFTAR PUSTAKA
Cahyani, Ria. 2008. Pemasaran Dasar Edisi
16. Jakarta : Penerbit Salemba Empat.
Freddy, Rangkuti. I998. Analisis Swot Teknik
Membedah Kasus Bisnis. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta.
Hill, Sam dan Glenn Rifkin, 2003, Radical Marketing:
dari Harvard sampai Harley, dariSepuluh Perusahaan yang
MelanggarAturandanSukses Jaya, PT GramediaPustakaUtama, Jakarta.


